![]() |
Suasana venue FMF siang hari |
Assalamualaikuum...Tidur lah tidur dekap saja akuAku di sampingmuGusah kau risauMalam kan pergiEsok burung-burung kan bernyanyi pagiLangit gempitaCemburu melihatBintang benderangBerbisik rendahMenyulam sajaMembanjiri mimpimu warna-warna surgaKurenungi wajahnyaKuselami indahnyaKukabarkan pada pagiSang fajar kan terbit dari matanya
-Matahari Terbit by Pohon Tua
holla temen-temen. Sudah rindu kah kalian pada euforia FMF2018?
Aku sudah rindu sehari sejak FMF 2018 selesai, sejak aku harus menerima kenyataan bahwa harus kembali ke Jember untuk magang. Tapi FMF tahun 2018 sudah cukup menjadi pelipur rinduku pada semesta dan makhluk-makhluk didalamnya. Uhuy.
Sama seperti tahun sebelumnya, FMF 2018 mempertemukan aku dan teman-teman sekolahku, urut banget mulai temen TK - SD - SMP dan SMK. Yaaa sekalian nostalgia lah sama jaman-jaman sekolah yang masih belum kenal tugas kuliah.
![]() |
Feraldi - Prima - aku - Yunus |
FMF 2018 diselenggarakan dalam jangka waktu 3 hari. 1 hari untuk festival literasi, 2 hari untuk festival musik. Sayangnya aku ngga datang di festival literasinya, jadi aku ngga bisa bercerita banyak soal festival literasi ini. Maafkan.... plis maafkan..
![]() |
Hiruk pikuk venue FMF malam hari |
![]() |
Booth novel |
![]() |
Majalah yang bisa kamu baca sambil santai |
![]() |
gemes banget kan displaynya |
![]() |
angkringan juga ada looo |
![]() |
Lapangan bawah bagian stan makanan |
![]() |
eh nemu booth buku lagi |
Mari bergeser pada guess starsnya, hari pertama dibuka dengan "Makan Sayang dan Bincang Santai bersama Cast Aruna & Lidahnya". Tahu dong film Indonesia berjudul Aruna & Lidahnya. Makan sayang mengajak kita benar - benar makan siang bersama Dian Sastro, Nicholas Saputra, dan kawan - kawannya. Hayoo wahai generasi 90an angkat tangannya yang ngefans berat sama artis papan atas mulai jaman SD?
FMF juga punya program 'Gang of Folk'. Sudah tau apa itu 'Gang of Folk'? program ini membuka pintu lebar-lebar bagi band-band folk tanah air untuk berbagi panggung bersama musisi-musisi di FMF. Band yang beruntung menjajal panggung tahun ini adalah Sepertigamalam, Arief S. Pramono, Holaspica, dan Diroad.
Pada hari kedua FMF, Gang of Folk menyuguhkan Sepertigamalam. Sebuah proyek apik seoroang solois asal Pontianak bernama Ferdy yang menghadirkan suasana lain khas pedesaan dengan perpaduan syahdu suara gemercik air, bambu, dan petkan guitarlele. Hmm penasaran? Boleh banget tonton videonya Sepertigamalam di sepertigamalam_music . Musisi kedua yaitu Arief S. Pramono. Pemuda asal Parepare ini datang jauh dari timur Indonesia dan menghadirkan nuansa folk balada yang dijamin membuat kita terbuai dalam lagu-lagunya. Untuk teman-teman yang belum kesampaian menyaksikan secara langsung atau untuk yang rindu sama lagu-lagunya, yuk lah kita tonton bersama official music videonya Arief S. Pramono.
Pada hari ketiga FMF, dua musisi Gang of Folk lainnya adalah Holaspica, dan Diroad. kalau Arief S. Pramono datang dari timur Indonesia, kita akan dibawa melompat jauh ke barat Indonesia oleh Holaspica. Holaspica sendiri adalah proyek solo seorang 'mbak cantik' dari kota Bandar Lampung bernama Virdyas Eka Diputri. Holaspica membuat kita akrab dengan suara gitar dan lantunan syair merdu namun ringan di telinga. Yuk, kita Naik Ke Laut bersama Holaspica. Musisi terakhir Gang of Folk di hari ketiga adalah Diroad. Band dari kota Palembang yang khas dengan makanan pempek ini beranggotakan tiga orang pria dan seorang wanita cantik. Diroad menyuguhkan musik bernuansa melayu komplit dengan bahasa Basemah semakin menunjukan bahwa Indonesia memiliki beragam budaya yang patut kita lestarikan. Setuju tidak? mari singgah sebentar pada lagu "Pilumu Cinde" dan merasakan langsung ironi yang disampaikan.
Menurutku, FMF 2018 sudah membuat revisi dari FMF sebelumnya dan ini jauh lebih baik, mulai dari parkiran motor yang lebih dekat, jumlah loket tiket, jumlah toilet portable, space khusus untuk makanan dan literasi, hingga jumlah stage dari (tahun 2017) hanya satu menjadi (tahun 2018) dua yang otomatis membuat pergantian musisi semakin cepat dan efisien. Sayangnya aku dan teman-temanku kurang strategi, hehe. Harusnya kami nonton di bagian tengah antara stage satu dan stage dua dan tidak teerlalu maju. Hmm... teruntuk teman-teman readersku yang budiman, kalau suatu saat ada konser atau festival musik yang stagenya ada dua, bisa banget tips dari aku diaplikasikan. Aku jamin kalian bisa menikmati musik dari dua panggung dengan seimbang dan syahdu.
"kalau ada dua stage yang berampingan, ambilah tempat untuk duduk di tengah antara stage 1 dan 2 serta jangan duduk terlalu maju atau terlalu ke belakang. Sesuaikan lah intinya hehe" -OmnivorahSuasana FMF berhasil bikin aku lupa buat merekam dan mengabadikan momen di beberapa penampilan, tapi ini beberapa foto dan sajian favoritosku yang aku 'gak boleh' lupa. But over all, semua musisi buagus buanget. Dengan tiket yang lumayan mencekik dompet mahasiswa rantauku, aku bisa bilang ini lebih dari sepadan. Semoga kita bisa dipertemukan dengan event event megah seperti ini lagi.
![]() |
Danilla |
Cici satu ini memang tidak bisa diskip begitu saja. Musisi yang tidak pernah luput dari rokok ini tetap saja memukau dengan rambutnya yang digerai, kemeja hitam dan ripped jeansnya.
![]() |
Efek Rumah Kaca X Adrian Yunan |
![]() |
Fourtwnty |
"Sembilu yang dulu
Biarlah berlalu
Bekerja bersama hati
Kita ini insan bukan seekor sapi
Sembilu yang dulu
Biarlah membiru
Berkarya bersama hati"
Biarlah berlalu
Bekerja bersama hati
Kita ini insan bukan seekor sapi
Sembilu yang dulu
Biarlah membiru
Berkarya bersama hati"
Hayoooo siapa yang baca sambil nyanyi??
![]() |
WSATCC |
FMF 2018 sudah lebih dari cukup untuk memberikan memori-memori indah untuk kita semua. Bukan hanya sekedar berlibur ke kota wisata Batu, tapi juga bertemu musisi idaman, menjalin hubungan dengan orang-orang baru, berbagi ilmu dan cerita, mencicipi kuliner khas nusantara, dan pastinya menikmati musik bersama. Yaaa seperti inilah wujud festival yang sebenarnya. Terima kasih untuk seeeeeemua panitia, seeeemua penjual-penjual makanan dan merchandise, dan seeeeemua musisi beserta krunya, dan khususon terimakasih untuk om Alek Kowalski yang sudah merancang dan merealisasikan Folk Musik Festival di Indonesia.
Eh terima kasih juga untuk seeeeemua pembacaku, semoga artikel kali ini bisa sedikit mengobati rasa rindu akan suasana Folk Musik Festival. Sampai jumpa lain waktu, semoga sehat selalu.
Dari aku yang rindu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ohalo temen-temen readers, Terimakasih sudah mampir ke Secangkir Sore. Jangan lupa tinggalkan komentar ya, supaya aku tau kalo kamu jalan-jalan ke blog-ku. Salam kenal~